Bantuan Kemanusiaan Indonesia Terus Mengalir ke Myanmar 

  • Bagikan

SULBAR EXPRESS – Bantuan kemanusiaan mengalir dari Indonesia pascagempa berkekuatan 7,7 skala richter melanda Myamar.

Korban tewas akibat gempa bumi terburuk yang melanda Myanmar dalam satu abad ini diperkirakan melampaui 3.000 orang pada Rabu.

Dalam keterangan resmi, penguasa militer Myanmar, Min Aung Hlaing, mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa tersebut telah mencapai 2.719 orang pada Selasa dan diperkirakan melampaui 3.000 orang. Lebih dari 4.500 orang terluka dan 441 orang hilang.

“Di antara mereka yang hilang, sebagian besar diasumsikan sudah meninggal. Kecil kemungkinan mereka untuk tetap hidup,” ujarnya dalam pidato dilansir media Myanmar The Irrawaddy, Rabu.

Dari Indonesia, TNI AU memperkuat bantuan dengan mengerahkan pesawat Hercules C-130 dengan nomor registrasi A-1331 dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin.

Dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb  A. M. Averroes bantuan yang diangkut pesawat itu terdiri atas satu unit truk dari Basarnas, 68 koli tenda pengungsi dari Kementerian Pertahanan, serta anjing pelacak dari Ditpolsatwa.

Dalam penerbangannya dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pesawat Hercules C-130 menempuh rute penerbangan dari Jakarta-Sultan Iskandar Muda selanjutnya mendarat di Bandara Naypyidaw, Myanmar.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto menyampaikan  bahwa pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas Pemerintah Indonesia terhadap masyarakat Myanmar.

“Presiden Republik Indonesia telah telah memerintahkan untuk memberikan bantuan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Myanmar, khususnya yang terdampak bencana gempa,” jelasnya. 

Sebagaimana telah disampaikan oleh Otoritas Myanmar, jumlah korban meninggal dunia usai gempa Jumat pekan lalu mencapai 2.600 orang. Angka tersebut masih mungkin akan bertambah. Mengingat laporan korban hilang juga banyak.

Karena itu, Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan. Baik personel, logistik, maupun fasilitas kesehatan lapangan. (jpg/*)

  • Bagikan