Unasman Kembali Cetak 452 Sarjana

  • Bagikan

POLMAN, SULBAR EXPRESS РUniversitas Al -Asyariah Mandar (Unasman) menggelar rapat senat terbuka luar biasa wisuda sarjana ke-XX dan dies natalis ke-XVIII, tahun  akademik 2021/2022.

Acara ini berlangsung di Gedung Serbaguna Kampus Unasman, Jl. Budi Utomo, Kelurahan Manding, Kabupaten Polman, Selasa 13 September 2022.

452 wisudawan/wisudawati ini memiliki nilai rata-rata IPK mahasiswa 3.48 dengan masa studi rata-rata 4 tahun. Lulusan predikat cumlaude sebanyak 54 orang. IPK tertinggi diraih oleh Dian  Putri Anjani serta Triandini dari  Program Studi Pendidikan Bahasa  Indonesia dengan IPK 4.00.

Rektor Unasman Dr. Chuduriyah Sahabuddin mengatakan, gelar  akademik dengan kompetensi keilmuan dan  karakter yang telah disandang ini, tentunya diraih melalui proses panjang  yang kadang melelahkan dan penuh  pengorbanan.

Bukan saja dari segi tenaga dan    materi, tetapi juga pengorbanan waktu  yang tidak ternilai, bahkan sampai  korban perasaan.

“Karenanya itu, jagalah gelar akademik  sebagai seorang sarjana dengan sekuat  tenaga, hargai dengan nilai setinggi-tingginya, jangan gunakan untuk hal-hal  yang dapat merusak diri sendiri,  keluarga, masyarakat, bangsa dan  negara, khususnya nama baik almamater kita tercinta,” pesan Chuduriyah.

Menurut Chuduriyah, sebagai alumni, tentu saja kemampuan wisudawan dan wisudawati akan dievaluasi dan dinilai  oleh masyarakat, bahkan akan  berkompetisi secara langsung dengan alumni perguruan tinggi lainnya.

“Tetapi kami yakin, anda akan mampu  bersaing dan menaklukkan tantangan  untuk menjadi yang terbaik,” terangnya.

Sementara itu, Ketua LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara Andi Ahmad berharap ilmu yang telah diperoleh di perguruan tinggi dapat diaplikasikan di tengah masyarakat. Dengan adanya program kampus merdeka belajar perguruan tinggi dituntut menyiapkan jurusan yang kapabel.

“Kita tahu bersama, sudah tahun ketiga kita dihantam oleh pandemi corona,  proses belajar mengajar dilakukan secara terbatas, karena tidak boleh di kampus maka dilakukan secara daring, namun tetap berjalan sesuai rencana,” ujarnya saat ditemui di kampus Unasman.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Unasman, KH Syibli Sahabuddin mengungkapkan, atas nama ketua yayasan ia berharap para alumni bisa menjaga nama baik kampus dan almamaternya.

Kata Syibli, dengan mereka berbuat prestasi di luar nanti tentu saja membawa dampak positif bagi Unasman.

“Yang kedua jangan lupa adab mandarnya. Kami di Unasman juga mendukung program nasional kampus mengajar karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa secara dini mempraktekan ilmu dari kampus, dan itu nilainya sampai 60 SKS, tentunya mempermudah mereka berkolaborasi bersama masyarakat,”¬† tandasnya. (ali)

  • Bagikan