Membanding Penjabat Gubernur Provinsi Lain, Sulbar Beruntung Dipimpin Akmal Malik

  • Bagikan
Syahrir Hamdani

Catatan:
Syahrir Hamdani
(Eksponen Pejuang Pembentukan Sulbar)

PENGANGKATAN Dr. Akmal Malik sebagai penjabat Gubernur Sulbar menghadirkan optimisme akan lahirnya perubahan dalam penataan pemerintahan dan pembangunan daerah ini.

Sebagai alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), maka sisi keilmuan tentang tata kelola pemerintahan, tentu Akmal Malik tak perlu diragukan.

Beliau meniti karier dari bawah. Sehingga diyakini sarat pengalaman dan prestasi. Ribuan alumni IPDN mengabdi di seluruh wilayah Indonesia semua dalam pantauan kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Berdasar pada pengalaman dan keilmuan serta prestasi yang ditorehkan, itu menjadi referensi atasannya hingga Akmal Malik dianggap patut dan layak menempati posisi sebagai Dirjen Otoda Kemendagri.

Keilmuan dan pengalaman mengelola pemerintahan tentu amat bersesuaian. Sehingga diharapkan menjadi energi baru/tambahan bagi Sulbar sebagai provinsi yang masih tergolong muda yang butuh penyempurnaan dan pemantapan tata kelola sumber daya pemerintahan dan potensi-potensi lain.

Diketahui, Akmal Malik, kelahiran 1970, umurnya masih tergolong muda bagi seorang ASN. Masih punya jatah pengabdian 8 hingga 10 tahun. Jika Allah masih memberi umur panjang, maka karirnya masih bisa naik ke posisi lebih tinggi.

Pada sisi ini tentu Akmal Malik tidak mau kariernya “terkubur” pada jabatan penjabat Gubernur di Sulbar. Saya yakin beliau justru akan berusaha keras menunjukan prestasi terhadap pimpinan yang memberinya tugas mulia sebagai penjabat gubernur Sulbar.

Nama Akmal Malik secara terminologi memiliki makna yang luar biasa, semoga menjadi penyambung dan penyempurna perjuangan dan pengabdian sahabat kita Ibnu Munzir sesama orang Padang.

Sebagai tokoh yang lahir dari “rahim” masyarakat Minangkabau, Padang, yang terkenal, tentu saja beliau juga amat sangat akrab dengan acara-acara keagamaan Islam di kampung halamannya.

Hal ini menjadi pelengkap untuk membersamai dan menjalin interaksi sosial dengan masyarakat Sulbar dalam meraih sukses memimpin provinsi ke -33 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menjalankan tugas sebagai penjabat gubernur sebagai jabatan politik, tentu memiliki perbedaan dalam menjalankan tugas jabatan karir/publik yang telah dijalaninya kurang lebih 28 tahun.
Bagi beliau, penjabat gubernur tergolong baru. Karena itu saya yakin dalam mengawali pengabdiaan beliau pada jabatan politik akan berharap banyak bisa bersilaturrahim dengan tokoh-tokoh Sulbar untuk minta pandangan, saran-saran terkait tugas barunya.

Selamat bertugas dan bekerja. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version