Penyebab dan Pencegahan DHF atau DBD

  • Bagikan

DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) atau yang biasa kita kenal dengan sebutan DBD adalah penyakit yang ditularkan nyamuk yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue yang berkerabat dekat (DENV-1,-2,-3,-4).

Oleh:
Sartika Atma Manapa Ambabunga
(Mahasiswi Pascasarjana Promosi Kesehatan Universitas Mega Rezky Makassar)

Infeksi satu serotipe DENV memberikan kekebalan terhadap serotipe tersebut seumur hidup, namun tidak memberikan kekebalan jangka panjang terhadap serotipe lainnya.

Dengan demikian, seseorang dapat terinfeksi sebanyak empat kali, satu kali untuk setiap serotipe.

Virus demam berdarah ditularkan dari orang ke orang melalui nyamuk Aedes (paling sering Aedes aegypti) di lingkungan rumah. Dan paling sering terjadi di daerah tropis maupun sub tropis.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, pada 2021 ada sekitar 100-400 juta kasus DHF/DBD orang yang terinfeksi per tahun.

Saat ini infeksi DENV bersifat endemik di negara negara seperti Afrika, Amerika, Asia Tenggara dan Pasifik Barat.

Di Indonesia sendiri, DBD pada 2020 tercatat 103.509 Kasus, dan mengalami kematian kurang lebih 121.

Berdasarkan laporan dari 475 kabupaten/kota dari 34 provinsi sampai dengan tahun 2021 minggu kelima, ada 354 orang terkena DBD, dengan lima kematian berdasarkan laporan 45 kabupaten dari enam provinsi.

Penambahan kasus update kurang lebih 212 kasus sampai dengan minggu kelima tahun 2021 (Kemenkes RI 2021). Usia penderita DBD, dari <1 tahun smpai >44 tahun.

Adapun tanda dan gejala klinis DHF/DBD, adalah dengan demam tinggi yang timbul pada 3-14 hari setelah gigitan nyamuk. Gejalanya seperti sakit kepala yang frontal, nyeri retro orbital, Mialgia, manifestasi hemoragik, dan jumlah sel darah putih yang rendah.

Pasien juga akan mengalami Anoreksi seperti mual dan muntah dan kehilangan nafsu makan.

DHF/DBD saat ini didefenisikan dengan empat kriteria menurut WHO, yaitu demam 2-7 hari. Jumlah trombosi <100.000mm3, mengalami hipotensi karena usia, mengalami kegelisahan, kulit lembab dan dingin.

Pasien juga akan mengalami DSS (syndrome syok dengue) jika tidak ditangani secara cepat dan benar dapat mengakibatkan kematian.

Cara pencegahan DHF/DBD di lingkungan rumah, adalah dengan 3M yaitu; menguras bak air/ penampungan air sesering mungkin, menutup penampungan air agar bibit nyamuk tidak mudah hidup dalam air tersebut, dan menutup atau menimbun pembuangan sampah dan barang-barang bekas jika tidak diperlukan lagi.

Kemudian, memperhatikan sanitasi lingkungan atau kebersihan lingkungan masing-masing, adalah bagian terpenting dalam mencegah terjadinya DHF/DBD.

Sementara, untuk pengobatannya, jika sudah terjangkit virus DHF/DBD yang pertama harus banyak mengkonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat Infeksi Virus DENV (DHF), makan yang teratur dan bergizi, mengkonsumsi vitamin, meminum obat anti demam, istirahat yang cukup.

Dan jika demam tidak turun kurang lebih tiga hari dan tanda gejala klinis terus meningkat segera bawa ke dokter atau Faskes Pelayanan terdekat seperti Puskesmas atau Rumah Sakit agar segera ditindaklanjuti. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version