Bahaya Narkoba dan Pencegahannya

  • Bagikan

BAHAYA narkoba menyenggol berbagai aspek kehidupan. Di Indonesia, darurat narkoba dilihat pula dari kuantitas dan kualitas tindak kriminal hingga kerugian yang dihasilkan.

Oleh:
Muhammad Darwis
(Mahasiswa magister promosi kesehatan Universitas Megaresky Makassar)

Setiap tahun, narkoba telah merugikan negara hingga lebih dari Rp 50 triliun. Ada peningkatan signifikan jumlah pengguna. Dari rentang usia 15-64 tahun tercatat 4,8 juta penduduk desa dan kota pernah memakai narkoba sepanjang 2022-2023.

Bandar Narkotika Nasional atau BNN sendiri mengungkap 768 kasus tindak pidana narkotika dengan tersangka mencapai 1.209 orang.

Secara akumulasi, BNN mencatat kerugian senilai Rp 50 triliun yang didapatkan dari perhitungan uang ke luar negeri atas campur tangan bandar narkoba.

Kemudian, dana rehabilitas para korban, efek sosial, penurunan kualitas sumber daya manusia, dan kejahatan berkontribusi pula terhadap pembengkakan nominal kerugian tersebut.

Namun, bukan berarti darurat narkoba tidak dapat dilawan. Kita dapat melakukan pencegahan bersama. Terutama kaum muda yang rentan terpapar penyebaran narkoba.
Ada beberapa upaya dalam memperkuat pencegahan peredaran narkoba. Diantaranya;

Dukungan Secara Moral

Dukungan dari orang-orang terdekat seperti orang tua, kerabat, teman, dan masyarakat sekitar akan mempengaruhi pemahaman generasi penerus bangsa terhadap efek samping pemakaian narkoba. Semakin kuat dan tepat, semakin efektif pula hasilnya;

Dukungan dari Lembaga Pendidikan

Selain keluarga, sekolah memiliki peran penting dalam mensosialisasikan pencegahan narkoba. Materi penyuluhan yang diberikan pun harus dipastikan dapat dipahami oleh para pelajar;

Pemberitahuan Sedini Mungkin

Pernah mendengar kasus pemakaian narkoba oleh anak-anak kecil? Kasus ini jadi bukti kalau penyampaian seputar bahaya narkoba sepatutnya disampaikan sedini mungkin demi menyelamatkan generasi muda;

Jangan Terlalu Mengekang Anak

Sebagian orang yang merasa ketakutan kerap memasang aturan yang terlalu mengekang. Langkah ini justru akan memicu pemberontakan dari sang anak sampai menimbulkan kesalahpahaman yang menjerumuskan mereka pada hal-hal buruk;

Bantu Anak Kembangkan Potensi Diri

Selain menginformasikan dampak negatif narkoba, Anda juga perlu membantu anak mengembangkan potensi diri. Apalagi kalau mereka menaruh minat pada kegiatan positif yang akan membawanya pada masa depan yang lebih cemerlang.

Para orang tua diharap dapat mengayomi anak-anak dan generasi muda Indonesia menghindari narkoba sekaligus aktif dalam penyuluhan dan menggalakan kegiatan yang lebih positif. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version